Redaksi
Rabu, 21 Januari 2026 | 21:38 WIB
BANDUNG | WALIMEDIA.ID - Program pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto sejatinya dibangun untuk wong cilik alias warga dengan ekonomi kecil yang berada di jurang kemiskinan atau kemiskinan ekstrem di Tanah Air.
Hal itu diungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico dalam forum Jaringan Pemred Promedia (JPP) via daring, pada Selasa, 20 Januari 2026.
"Tujuan pertama kami, ingin memuliakan wong cilik," kata Rico.
Sekjen Kemensos Rico menuturkan, keberadaan sekolah rakyat di seluruh wilayah Indonesia sekaligus untuk memberikan penghormatan kepada masyarakat kecil.
Rico menyebut, hal tersebut dilakukan melalui sekolah rakyat yang memberikan fasilitas sekolah unggulan dan memberikan pelayanan terbaik bagi mereka.
"Menumbuhkan percaya diri bahwa mereka setara dan berdaya. Semua difasilitasi oleh Negara," tambahnya.
Tujuan kedua dalam program prioritas Presiden Prabowo tersebut, lanjut Rico, yakni menjangkau masyarakat kecil di pelosok Tanah Air.
"Sekolah rakyat menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, mereka yang selama ini tertinggal atau tidak terbawa dalam proses pembangunan," terangnya.
"Menjangkau mereka yang tidak mampu bersaing," imbuh Rico.
Selain itu, Rico juga menuturkan sekolah rakyat sebagai harapan bagi anak-anak yang kurang mampu untuk bisa bersekolah.
"Sekolah rakyat memberikan harapan, menumbuhkan asa, mengubah mimpi yang tidak mungkin," tuturnya.
"Dan melahirkan 'pemungkin-pemungkin' baru, mereka yang tidak harus sama dengan nasib orang tuannya," tambah Rico.
Berkaca dari hal itu, Rico mengungkapkan kisah salah satu siswi di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Efata Kupang, NTT, bernama Sofia Rorista Angel.
Ungkapan dari Siswi SRMP 19 Kupang
Pada kesempatan yang sama, Rico memperlihatkan cuplikan video yang memperlihatkan Sofia sebagai salah satu siswi SRMP 19 Efata Kupang.
Dalam video itu, Sofia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo tentang keberadaan sekolah rakyat di wilayahnya.
Sofia menilai, kehadiran sekolah rakyat tersebut telah mengubah hidupnya yang sebelumnya penuh keterbatasan menjadi lebih terang dan penuh harapan.
“Terimakasih Bapak Presiden, sudah perhatikan kami anak-anak terpinggir dari Timur," ungkap Sofia.
"Saya tahu Bapak sibuk urus negara tapi masih sempat urus kami untuk sekolah. Bagi saya, Bapak seperti orang tua yang sudah angkat saya dari tempat yang gelap dan taruh saya di tempat yang terang," sambungnya.
Terkait hal itu, Rico meyakini hasil dari pembangunan sekolah rakyat akan melalui proses yang panjang.
Kendati demikian, Sekjen Kemensos itu memastikan sekolah rakyat dapat menjadi wadah bagi anak-anak yang kurang mampu agar bisa mandiri di masa mendatang.
"Saya bersyukur, Pak Presiden berfokus pada hulunya, bukan pada hilirnya," terang Rico.
"Memang sangat butuh waktu untuk kita bisa melihat hasilnya, tapi saya yakin dan percaya, anak-anak ini akan menjadi orang-orang yang lebih baik," tandasnya.*(red)